
Direktur Jendral Perusahaan Rosoboronexport Anatoly Isaikin menyatakan, "Kerja sama Indonesia-Rusia dibidang teknik militer berkembang sudah lama dan terus meningkat," kepada koresponden GATRAnews di Moskow, Svet Zakharov, saat jumpa pers di Kemenlu Rusia.
Isaikin menyatakan Indonesia dan Rusia telah menandatangani kontrak untuk pasokan enam buah pesawat tempur jenis Sukhoi yaitu SU-30MK2. Pesawat tempur itu akan didatangkan ke Indonesia pada waktunya sesuai dengan kontrak. demikian pernyataan pers yang diterima pada hari Sabtu (16/2). Menurut informasi yang diperoleh dari Atase partahanan Indonesia di Moskow, Kolonel Andi Kustoro dua buah pesawat tempur Sukhoi su30MK2 akan diberangkatkan tanggal 21 Pebruari mendatang, dari pabrik pembuatannya ke Makasar dengan pesawat raksasa Antonov. "Di sana kemudian pesawat Sukhoinya akan dirakit," tutur Andi.
Lebih lanjut, Isaikin menyebutkan tak hanya Sukhoi, Indonesia dan Rusia juga mengadakan kerja sama pasokan persenjataan lainnya. "Dengan Indonesia. seperti dengan negara lainnya, kerjasama kita berkembang aktif dewasa ini pada dua jurusan yaitu, layanan setelah penjualan dan transfer teknologi tertentu," kata Isaikin.
Indonesia, lanjut Isaikin, sebagai kebayakan negara yang ekonominya maju terus, sudah sewajarnya berkepentingan untuk mengembangkan industri sendiri, termasuk industri militer. "Maka saah satu syarat kerja samakita adalah terjadinya transfer teknologi dibidang teknik militer. Dalam mempertimbangkan kontrak dan usulan dari pihak Indonesia kami pasti memperhitungkan dan mencantumkan dalam kontrak itupekerjaan bersama dengan perusahaan - perusaaan industri militer Indonesia," tutur Isaikin.
Salah satu program kerja sama yang sekarang sedang digalakkan adalah program ”Rosoboronexort”. Program ini mengirimkan delegasi - delegasi Rusia ke sejumlah perusahaan industri militer yang leading. Program ini juga termasuk di dalamnya produksi teknik, reparasi teknik angkatan udara, darat dan laut. "Saya beranggapan bahwa kerjasama teknik militer kami dengan Indonesia, berada pada tingkat yang sangat baik dan ada prospeknya kerjasama dengan perusahaan kompleks industri militernya adalah cerah," tegas Anatoly Isaikin.
Selama 2012 lalu, lanjut Isaikin, lewat program ”Rosoboronexport” Rusia telah bekerjasama dengan 60 negeri dan memasok produksi tujuan militer senilai US$ 12,9 milyar, yang melebihi tahun 2011 sebesar 20%. Bagian terbesarnya adalah teknik dirgantara. Sebanyak 43% pasokan militer berada di negara - negara kawasan Asia Pasifik, wilayah Timur (23%), Afrika Utara (23%) dan Amerika Latin (18%).
Sumber : Gatra




Comments
18 responses to "TNI AU akan terima 2 unit Sukhoi Su-30MK2"
Dani [08:10 PM, 17-Feb-13]
Cuma mau nitip Link
http://www.hacker.p.ht/belajar-php-bagian-1.xhtml
Bujank [08:38 PM, 17-Feb-13]
ko cuma pesen 2 yak...tak kirain 5
http://bujank.mywapblog.com/keajaibanwebsite-dapat-rupiah-bunus-puls.xhtml
Sinyo [08:44 PM, 17-Feb-13]
makin keren aja dh
balax6 [08:53 PM, 17-Feb-13]
@Bujank,
semuanya 6 unit, 2 unit pekan ini dan sisanya menyusul bertahap sampai tahun depan
kidzib [10:00 PM, 17-Feb-13]
Biasa kalo ngebon mah, nyicil2
λλάάη ρέήġκσlάή [10:36 PM, 17-Feb-13]
mantep euy
Julie [11:59 PM, 17-Feb-13]
wah.. g bisa dimakan ya itu
Zy Fauzy [01:48 AM, 18-Feb-13]
alus gning kapalna.
Wil pangeran cinta [06:54 AM, 18-Feb-13]
. .kira kira nabrak gunung
lagi gak. ? .
hehe. .
Kidz [09:47 AM, 18-Feb-13]
ari sakieu US$ 12,9 milyar mun di Rupiahkeun sbraha hiji enol na kang
Bloglinglung KUMPULAN KATA2 LUCU [08:27 PM, 18-Feb-13]
Hadir brow. ,
.
Kunbal ya.
Mels Salawasna [02:21 PM, 19-Feb-13]
Kade murag deui Sukhoi na tah kang
Wil pangeran cinta [06:07 AM, 20-Feb-13]
@kidz gan duit sa kitu mah
di pake meser kurupuk ue
TipsMore [08:15 AM, 21-Feb-13]
Mantab gan,semoga sukses selalu.
saya tunggu follback dan kunbalnya d blog saya.
http://tipsmore.heck.in/situs-bisnis-online-gratis.xhtml
Dewanta Aries Sandy [06:23 PM, 21-Feb-13]
Pembelian pesawat SU-27 / 30 MK II merupakan salah satu langkah maju dari Republik Indonesia untuk memperkuat TNI-AU.Namun kiranya pembelian ini sebanrnya tidak boleh cukup sampai di sini (16 pesawat / 1 Squadron) seharusnya terus di tingkatkan sampai ke level yang sesuai dengan tingkatan ancaman secara regional, ataupun multi regional.Kalaupun ada penambahan pesawat tempur hibah (F-16) dari AS, maka itu adalah merupakan barang yang sudah di ketahui titik kelemahannya oleh AS & sekutunya sehingga bisa di hibahkan kepada Indonesia.Jika kita mau jujur kenapa AS tidak menghibahkan saja pesawat F-15 Eagle (A/B) kepada Indonesia ? Yang tentunya akan sedikit banyak sebanding dengan Singapura ? Jangan terlalu berharap masalah pengembangan pesawat tempur sendiri (KFX -Indonesia-Korea Selatan) saat ini.Karena itu masih di atas kertas, dan tidak bisa di wujudkan dalam waktu yang dekat.Dengan memperbanyak pembelian SU 27 / 30 MK II maka aura deterent Indonesia akan meningkat secara drastis.Karena sampai saat ini pesawat SU 27 / 30 MK II merupakan heavy fighter yang sangat di perhitungkan oleh negara barat keberadaannya.Jadi kenapa harus terpaku & berpuas diri dengan pemberian bekas dari orang lain (AS) untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.Karena Indonesia tidak bisa di jaga hanya dengan segelintir pesawat combatan bekas dari AS ! Alutsista baru adalah mahal, namun relatif sebanding dengan pertahanan negara ! Go To The First Class Air Force .....
dodie foxbat [01:46 PM, 30-Mar-13]
TNIAU sekarang punya 12 SU27/30 flanker bos,ngomong2 sisa 4 jet sukhoi lagi kapan datang nya,, indomiliter harus otentik menjelaskan kapan datang nya.ditambah 16 TA50 golden atack eagle juga mau dtg di tahun2013 ini,terus gimana kabar hibah 16 F5E tiger korea untuk TNIAU yg merupakan bonus pembelian 16 TA50 golden eagle itu.
mat ly [10:00 AM, 03-Apr-13]
lanjutkn krjasamany dgn RUSIA untuk buat rudal jelajah antar benua dgn hulu ledah nuklir biar taada negara lain yg macam2 ganggu keutuan NKRI
rahman [10:36 AM, 03-May-13]
kita lebih percaya rusia ketimbang silicik as
Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]
New Comment